Ungkapan Hati

KENANGAN MASA LALU

Telah lama
kita saling mengenal dan saling memahami
saling mengasihi dan saling berbagi cerita
berbagi rasa dan berbagi canda

Namun
kau jatuhkan hatimu padanya

Tak tau kah kau
bahwa akulah
yang lebih perduli dan lebih mengasihimu

Tapi
ku kan coba terima semua ini

pergilah kasih
raih semua keinginanmu tuk berada di sisinya
raih semua impianmu
ku kan biarkan rasa ini berada dalam hatiku

kan ku obati sakit ne sendiri
tampa kau disisiku



DERITA DIATAS DUNIA INI

Diriku lmah terpaku
Tatapanku hampa tanpa arah
Lamunanku terurai tanpa batas
Sukmaku tecerai berai dihimpit kegalauan

Berlari mengejar sang bayu
Menentang alam, memahat sejuta kegelisahan
Terdengar lirih batin tersiksa

Kebentangkan gatiku mencoba menjaring bintang
harapkan sinarnya sebab sang bulan tak mau lagi tersenyum
Embun pagi tak lagi menaburi dedaunan yang lama kering
Matahari enggan menyapa
yang tersisa hanya kabut selimuti bumi yang kalut

Jiwaku hampa
Gelap... Pekat
Suram tanpa setitik cahaya
Seketika iblis meretas atma
meminjam dan mempermainkan ragaku
Memasuki ruang hatiku yang galau
Apakah sedihku berakhir...????
Akankah deritaku tak berujung...???

Tuhan
Kusebut Asma MU
Perkenankan aku gunakan kekuatan MU


Lewat lantunan ayat-ayat suci MU
Basahi jiwaku
Selimuti hatiku
Lindungi hidupku
Dapatkan cinta
Raih kebahagiaan sejati

»»  READMORE...

Makna Selembar Kain Yang Menutupi Wajah



Makna selembar kain yang menutup wajah anggun itu, ia bukanlah tempat bersembunyi agar wajah pas-pasan tidak terlihat, bukan pula tempat menutup wajah cantik nan menawan, ia adalah kain penutup yang bermakna ketakwaan.

Ketakwaan seorang wanita pada Allah dan Rasul-Nya, sebagai bentuk rasa berserah sang hamba pada-Nya.

Makna selembar kain yang menutup di wajah ini, ia bukanlah sarana untuk membanggakan diri agar terlihat lebih baik daripada yang lain, bukan pula alat untuk unjuk gigi agar disebut shalihah ketimbang yang tidak menutup muka, juga bukan benda yang difungsikan untuk pamer dan riya’. Ia adalah pakaian anggun yang mempunyai fungsi sebagai pengontrol, agar terkendali sikap ini berbuat aniaya dan hina. Pengendali agar diri tidak terjerat pada ajang tebar pesona, entah di dunia nyata atau maya.

Makna selembar kain yang menempel di wajah ini, ia bukanlah kain yang dikenakan untuk tujuan meraup simpati, tidak juga untuk tebar pesona dan gengsi. Ia adalah kain yang mempunyai berlapis-lapis manfaat, agar terjaga pandangan ini, terjaga sikap ini pada lawan jenis yang bukan mahram, juga untuk melindungi diri dari gangguan manusia jahil.

Makna selembar kain di wajah ini, ia bukanlah alat untuk meneriakkan ‘aku wanita bercadar yang lebih baik dari kalian yang tidak bercadar’, tetapi ia adalah alat untuk menutup aurat dan membedakan jati diri muslimah dengan yang lain, yang dikenakan bukan untuk merasa lebih baik dari yang tidak bercadar. Ia adalah alat untuk mengukur diri, sudah benarkah sikap ini sebagai muslimah sejati? Juga sebagai alat untuk menahan diri dari kehidupan dunia gemerlap.

Makna selembar kain yang melekat di wajah ini, ia bukanlah kain yang cukup diartikan sebagai penutup wajah saja. Ia adalah kain yang hendaknya membuat diri pemakai semakin giat mencari tahu, kenapa harus mengenakannya, agar pemakai tidak jatuh pada taqlid/buta.

Makna selembar kain yang membalut diwajah ini, ia bukanlah pertanda bahwa berarti pemakainya adalah manusia istimewa, tetapi dari kain itulah wanita belajar agar istimewa, menghindari pujian, menepis sanjungan, menolak simpati murahan.
»»  READMORE...

Karena Ibu


Berikut ini adalah sebuah terjemahan puisi dari bahasa inggris yang mengenang akan peran ibu dalam kehidupan kita. Siapa pengarang puisi ini, tidak diketahui. Namun ia banyak digunakan pada kartu-kartu ucapan untuk Hari Ibu. Dan bagi kita seorang muslim, Allah telah memerintahkan kita:

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun . Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Qs. Luqman : 14)
Semoga kita bisa bersyukur kepada ibu dan ayah kita.

Karena Ibu 

Jika ada kebahagian di dalam dada, 
itu karena engkau membantu meletakkannya di sana. 

Jika ada kelembutan di dalam diri, 
itu karena engkau menunjukkan bagaimana mengasihi. 

Jika pemikiranku berbuah pemahaman, 
itu karena engkau berbagi kearifan. 

Jika mahkota keberhasilan telah menghiasiku, 
itu karena wawasan dan pandangan ke depanmu. 

Jika ada pengetahuan yang bisa kuraih - dan mimpi-mimpiku yang terwujud, 
itu karena aku belajar dari guru terbaik
aku belajar dari ibu. 


»»  READMORE...

Mutiara Islami Tentang Cinta

Kata cinta, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, merupakan wakil dari perasaan kasih, sayang, atau rindu yang sangat dalam. Namun dalam konteks atau kadar kalimat tertentu, ia bisa juga mewakili perasaan sedih.
Cinta adalah salah satu sumber kekuatan unik dalam diri manusia. Ia menjadi tenaga penggerak hati dan jiwa yang akan menghasilkan sikap, perbuatan dan perilaku. Cinta bisa seperti yang terurai dalam sebait sajak dari film laris indonesia, Ketika Cinta Bertasbih:
Cinta adalah kekuatan yg mampu
mengubah duri jadi mawar
mengubah cuka jadi anggur
mengubah sedih jadi riang
mengubah amarah jadi ramah
mengubah musibah jadi muhibah.
Namun demikian, cinta pun bisa menghasilkan perubahan yang sebaliknya: mengubah mawar menjadi duri, dan seterusnya.
Hal yang demikian bisa terjadi karena cinta bersemayam di dalam hati yang bersifat labil. Seperti sabda Rasulullah saw. hati itu bersifat gampang terbolak-balik bagaikan bulu yang terombang-ambing oleh angin yang berputar-putar. Sebagaimana amal-amal dan perilaku kita yang senantiasa bersumber dari niat dan motivasi di dalam hati, maka cinta pun bisa mewujud dengan dasar niat yang beraneka rupa. Ada cinta yang tulus, penuh kerelaan. Namun ada pula cinta yang penuh duri dan racun. Ada cinta yang merupakan buah keimanan dan ketaqwaan. Namun ada pula cinta yang berlandaskan nafsu hina.
Bagi seorang muslim dan beriman, cnta terbesar dan cinta hakiki ialah cinta kepada Allah. Bentuk cinta dapat kita wujudkan dalam berbagai rupa tanpa batas ruang dan waktu dan kepada siapa atau apa saja asalkan semuanya bersumber dari kecintaan kita kepada Allah dan karena menggapai ridha-Nya.
Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. (Al-Baqarah: 165)
Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (ikutilah Muhammad saw.), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. (Ali Imran: 31)
“Tali iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (HR. At Tirmidzi)

Kata-kata mutiara tentang cinta

Agar cinta tidak menjerumuskan kita ke dalam lubang kehinaan, ada baiknya kita mengambil hikmah dari sumber-sumber islam dan perkataan para ulama berikut ini.
Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setetes embun yang turun dari langit, bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus, tumbuhlah oleh karena embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur, di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.
Hamka
Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat.
Hamka
Tanda cinta kepada Allah adalah banyak mengingat (menyebut) Nya, karena tidaklah engkau menyukai sesuatu kecuali engkau akan banyak mengingatnya.
Ar Rabi’ bin Anas (Jami’ al ulum wal Hikam, Ibnu Rajab)
Aku tertawa (heran) kepada orang yang mengejar-ngejar (cinta) dunia padahal kematian terus mengincarnya, dan kepada orang yang melalaikan kematian padahal maut tak pernah lalai terhadapnya, dan kepada orang yang tertawa lebar sepenuh mulutnya padahal tidak tahu apakah Tuhannya ridha atau murka terhadapnya.
Salman al Farisi (Az Zuhd, Imam Ahmad)
Sesungguhnya apabila badan sakit maka makan dan minum sulit untuk tertelan, istirahat dan tidur juga tidak nyaman. Demikian pula hati apabila telah terbelenggu dengan cinta dunia maka nasehat susah untuk memasukinya.
Malik bin Dinar (Hilyatul Auliyaa’)
Cintailah kekasihmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi musuhmu. Dan bencilah musuhmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi kekasihmu.
Ali bin Abi Thalib
Engkau berbuat durhaka kepada Allah, padahal engkau mengaku cinta kepada-Nya? Sungguh aneh keadaan seperti ini. Andai kecintaanmu itu tulus, tentu engkau akan taat kepada-Nya. Karena sesungguhnya, orang yang mencintai itu tentu selalu taat kepada yang ia cintai.
A’idh Al-Qorni
Demikianlah beberapa kutipan dari sedikit tokoh-tokoh islam yang semoga bisa kita ambil hikmahnya. Semoga Allah memudahkan saya untuk menambah koleksi ini dan memberikan manfaat kepada pembacanya.
»»  READMORE...

Ucapan Hati


Datang sudah hari ini, 
Hari dimana dulu aku dilahirkan 
Hari dimana orang tertawa sekaligus haru 

Menjelang perkenalanku dengan dunia ini 
Hari ini aku mengenang kembali Kerikil-kerikil tajam yang memperkaya arti hidupku
Manisnya madu cerita hidup yang membuat senyumku lepas... 

Akhirnya aku tahu Bahwa dalam cerita hidup, ada manis ada pahit 
Ada juga penolakan, ada penerimaan Lalu akhirnya aku belajar, 
Menerima dengan seluas hatiku Membuatku lebih bahagia, lebih menghargai hidup 
Melihat hidup sesuai dengan usiaku... 

 Sukses tidak diukur dari posisi yang dicapai seseorang dalam hidup
tapi dari kesulitan-kesulitan yang berhasil diatasi 
ketika berusaha meraih sukses

    Hari ini Anda adalah orang yang sama dengan Anda di lima tahun mendatang
kecuali dua hal : orang-orang di sekeliling Anda dan buku-buku yang Anda baca.
    
Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik
pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.
    
Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu
pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.
    
Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu
pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.
    
Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu
pikirkan tentang pengangguran
orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.
    
Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain
ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.
    
Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, 
pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.
    
Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor 
karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya, 
pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.
    
Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir, 
pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.

Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa, 
pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalanan.
    
Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, 
pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.
    
Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istrimu, 
pikirkan tentang seseorang yang memohon 
kepada Allah untuk diberikan teman hidup.

 

»»  READMORE...